Tuesday, January 18, 2011

Komunikasi sejak dini


Mama : De umam, mainannya di beresin. masukin kekardus !
Umam : ...masukin ke kardus ya ?
Mama : iya ...mobilnya masukin ke kardus ..!
Umam : ini ma...! ( sambil memungut beberapa mainan mobil di depannya....)
Mama : iya satu-satu....!
Umam : satu-satu yah !
Papa :  Iya de ....sini tak bantuin !
Umam: ndak usah pa !
-----------------------------------
Sepenggal percakapan istriku n anakku menjelang tidur semalem.....!
sejenak aku termangu ...ternyata anakku dah pinter yah....!
sejurus kemudian aku buka lepi untuk browsing ...'pola komunikasi anak 2th'
Sepenggal pengetahuan yg aku dapat...

Mengapa penting berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun? 
Berkomunikasi dengan anak bahkan sejak mereka baru lahir, adalah salah satu pengalaman yang paling menyenangkan dan menjadi sebuah hadiah luar biasa bagi orangtua maupun anak. Anak-anak akan sangat antusias untuk belajar pada usia berapapun, menyerap informasi melalui interaksi setiap hari dan pengalaman dengan anak lain, maupun orang dewasa.

Bagaimana orangtua dapat berkomunikasi dengan anak usia 2-3 tahun?
 Ketika anak dilibatkan dalam permainan dan percakapan interaktif, anak dapat semakin tedorong untuk belajar. Membaca buku, bernyanyi, bermain permainan kata-kata, atau mengajak bicara anak akan meningkatkan perbendaharaan katanya, sekaligus memberinya kesempatan untuk melatih keterampilan mendengarkan.

Dibawah ini terdapat beberapa saran yang dapat dilakkan untuk membantu keterampilan komunikasi anak:
  • Bicara dengan anak mengenai kegiatan yang dilakukannya hari ini atau kegiatan yang ingin dilakukan keesokan harinya. Misalnya: ”Nak, sore ini hujan ni, enaknya kita ngapain ya?” atau berdiskusi tentang kegiatan hari ini pada saat mau tidur.
  • Bermain pura-pura.
  • Membacakan buku favoritnya berulang-ulang dan dorong anak untuk ikut membaca kata yang ia tahu. Dorong juga anak untuk ’berpura-pura’ membaca (biarkan anak yang ’membacakan’ buku untuk Anda).
  • Jangan abaikan panggilan dan pertanyaan anak anda, karena akan melatih anak tidak respon terhadap orang lain dan anak akan malas untuk berkomunikasi.
 sumber : www.anmum.com